Tanda tana gejala kelelahan pengemudi

0

Gejala kelelahan dalam mengemudi

Kelelahan mengemudi adalah suatu hal yang dapat dialami oleh seorang pengemudi apalagi pengemudi yang mengendarai mobil atau sepeda motor untuk menempuh jarak yang jauh serta memakan waktu yang lumayan lama. Ketiadaan orang yang dapat saling menggantikan untuk mengemudikan kendaraan dapat menjadi penyebab lainnya seseorang mengalami kelelahan mengemudi.

Untuk anda yang berencana akan mengemudi untuk waktu yang lumayan lama, adalah sangat penting bagi anda untuk mengetahui gejala kelelahan mengemudi yang sangat mungkin akan anda alami di tengah perjalanan. Karena gejala kelelahan mengindikasikan tubuh anda memerlukan istirahat dan bila anda tetap meneruskan perjalanan, resiko untuk terjadi kecelakaan lalu lintas meningkat karena kurangnya fokus anda terhadap kondisi jalanan dan kendaraan lain yang lalu-lalang di jalan raya yang tentunya tak hanya akan membahayakan jiwa anda namun juga jiwa para penumpang hingga pengendara lain.

Baca juga: Akibat mengemudi saat mengantuk

 

Oleh karena itu, sangat penting bagi anda untuk mengantisipasi kelelahan dengan segera mengistirahatkan tubuh dan menyegarkan pikiran. Tak hanya penting bagi pengendara, mengetahui gejala kelelahan mengemudi sedini mungkin juga penting bagi para peumpang agar dapat saling menjaga dan mengingatkan demi kepentingan bersama. Lalu apa sajakah gejala kelelahan mengemudi? Inilah tanda-tanda gejala kelelahan mengemudi yang berhasil dihimpun oleh otosini.com sebagai berikut:

Melamun

Melamun adalah gejala kelelahan mengemudi pertama dan paling halus yang dirasakan oleh pengendara. Saat mulai lelah, konsentrasi pengendara mulai berkurang. Meski tatapan mata anda lurus ke depan, pikiran anda mulai melayang memikirkan hal-hal lain di luar dari jalanan sehingga respon cepat tanggap anda pun berkurang terhadap kondisi kendaraan yang sedang anda kemudikan dan kondisi jalanan. Jika anda merasakan sudah mulai melamun dan tidak fokus ada baiknya anda berhenti sejenak untuk mencuci muka dna duduk beristirahat jika memungkinkan anda bisa tidur untuk sekedar melepas penat.

Mengantuk

Mengantuk adalah gejala kelelahan mengemudi selanjutnya yang paling mudha untuk diamati baik oleg pengemudi sendiri atau oleh orang lain. Jika pengemudi sudah mulai merasakan kantuk yang ditandai dengan kelopak mata dan pandangan yang meredup, pikiran dan konsentrasi berkurang serta sering menguap maka segeralah menepi untuk mencari tempat beristirahat atau jika ada segera minta orang lain untuk menggantikan mengemudikan kendaraan tersebut.

Ingat, jangan sesekali menyepelekan rasa kantuk karena banyak sekali terjadi kasus kecelakaan lalu lintas yang menjadikan rasa kantuk sebagai penyebab utamanya. Hal ini sangat mungkin terjadi karena pada saat ngantuk, konsentrasi dan pandangan pengemudi tidak lagi fokus ke arah jalan, tidak was-was terhadap kendaran lain serta kurangnya respon pengemudi terhdap kondisi jalanan.

Tertidur

Tertidur adalah gejala kelelahan mengemudi yang merupakan kelanjutan dari gejala mengantuk yang terlalu dipaksakan untuk terus berkendara. Pada kondisi ini, mata sudah tidak sanggup lagi untuk terus siaga hingga tanpa sadar pengemudi bisa tertidur dalam beberapa detik saja. Dan pada saat inilah banyak terjadi kecelakaan fatal yang sering kali menimbulkan korban jiwa. Bagi penumpang disarankan bila telah melihat gejala kelelahan mengemudi pada supir untuk segera meminta supir untuk beristirahat untuk keselamatan bersama.

Lalu bagaimana cara mengatasi gejala kelelahan mengemudi? Berikut otosini.com akan memberikan beberapa saran yang dapat anda ikuti untuk mencegah kelelahan dalam mengemudi:

  1. Istirahat dan tidur yang cukup sebelum berkendara. Jangan sampai persiapan perjalanan yang repot membuat waktu anda untuk beristirahat menjadi tersita karena hal itu justru sangat berbahaya bagi anda.
  2. Jika sudah mengalami gejala kelelahan mengemudi yang telah kami jelaskan di atas, segeralah menepi untuk mencuci muka dan beristirahat bila perlu tidur secukupnya hingga rasa kantuk hilang dan tubuh serta badan segar kembali.
  3. Bila memungkinkan, bawalah anggota keluarga yang dapat mengemudi dalam perjalanan jauh anda sehingga anda dapat saling menggantikan.
  4. Perhatikan gejala kelelahan mengemudi dan jangan sesekali meremehkannya. Tetap utamakan keselamatan daripada kepentingan lain.

Demikianlah informasi yang dapat otosini.com bagikan kepada anda. semoga bermanfaat dan terima kasih.

 

 

 

Yuk bagikan :)

Otosini merupakan situs yang mengulas informasi seputar otomotif terutama untuk kendaraan roda Empat. Melalui situs ini anda bisa mendapatkan informasi spesifikasi mobil, harga terbaru serta informasi informasi lainnya

Silahkan berkomentar melalui platform yang anda sukai

Loading Facebook Comments ...

Leave A Reply

error: Terima kasih telah berkunjung :)