Perhatikan hal berikut sebelum menerjang banjir

0

Tips melewati jalanan banjir

Rasanya tidak ada pengendara kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat yang rela kendaraannya harus repot-repot menerjang banjir atau genangan air. Hal ini karena selain menyebabkan kendaraan menjadi kotor, genangan air juga dapat masuk ke dalam kabin bahkan ke dalam mesin yang berpotensi membuat mobil anda mogok di tengah banjir dan tentunya akan membuat anda semakin kerepotan. Jika anda bisa menghindari jalur banjir, maka carilah jalur lain meski lebih jauh dari pada harus melewati jalur banjir yang resikonya lebih besar.

Namun bila jalan yang digenangi air banjir itu merupakan jalan satu-satunya yang harus anda lewati untuk sampai ke tempat tujuan, maka anda perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini untuk mencegah kerusakan mobil saat anda melewati kawasan banjir. Hal-hal yang perlu anda waspadai saat menerjang banjir yang berhasil otosini.com himpun adalah sebagai berikut:

  1. Perhatikan tinggi genangan air atau banjir tersebut. Dengan demikian anda dapat memperkirakan apakah mobil anda mampu melewati banjir tersebut. Jika genangan air diperkirakan tidak mencapai kabin mobil atau dapur pacu mobil anda maka secara perlahan jalankan mobil anda melewati genangan air tersebut. Namun, bila diperkirakan genangan air banjir cukup dalam, maka adalah lebih bijak bagi anda untuk mundur dan memutar balik kendaraan anda daripada anda harus nekat dan akhirnya mogok ditengah banjir.
  2. Hindari menekan tuas gas pada saat melewati daerah banjir. Anda tidak perlu menjalankan mobil and aburu-buru dengan menginjak gas ditengah banjir karena hal ini justru membuat air masuk ke dalam mobil anda karena filter udara akan memaksimalkan penyerapan udara yang dapat menyebabkan terserapnya air lebih banyak.
  3. Hindari pengereman pada saat melewati daerah banjir. Selain tidak perlu buru-buru, anda juga tidak perlu menginjak tuas rem atau malah berhenti ditengah banjir. Hal ini dapat menyebabkan air banjir masuk ke dalam ruang mesin mobil anda.
  4. Matikan AC saat melewati kawasan banjir. AC yang tetap dinyalakan akan menambah beban kerja mesin mobil sehingga dapat meningkatkan potensi terjadinya korsleting sistem listrik pada mobil anda.
  5. Tetap jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, belakang dan di samping anda. hal ini penting karena saat melewati banjir, masing-masing kendaraan akan menyipratkan air banjir dan lumpur. Untuk menghindarinya, tetap jaga jarak aman agar mobil anda tidak terkena cipratan air dan lumpur tersebut.
  6. Hindari menginjak kopling pada saat melewati kawasan banjir. Hal ini karena tindakan menginjak kopling dapat membuat oli bercampur dengan air sehingga akan merusak transmisi mobil anda.
  7. Perhatikan ruas jalan yang anda lewati. Karena saat banjir, lubang dan selokan tak akan terlihat, untuk itu jika anda belum tahu betul kondisi jalan itu sebenarnya ada baiknya menghindari mengendarai mobil anda di bagian tepi jalan.
  8. Kurangi tekanan ban. Tindakan ini perlu anda lakukan agar traksi mobil bertambah. Anda perlu mengurangi tekanan ban 1 hingga 2 spek. Jangan lupa untuk menormalkan kembali tekanan ban mobil anda jika sudah berada diluar jalur banjir.
  9. Keringkan rem. Setelah melewati kawasan banjir, hindari untuk melakukan pengereman karena kondisi rem masih licin sehingga pengereman yang dilakukan akan sangat berbahaya. Keringkan dahulu dengan cara menginjak rem dan gas secara bersamaan.
  10. Cuci bersih bekas banjir pada bagian kolong bawah mobil anda. Hal ini sangat perlu untuk anda lakukan setelah melewati genangan air banjir yang notabene memiliki tingkat oksidasi yang tinggi yang berpotensi besar menyebabkan karat pada mobil.

Demikianlah otosini.com sajikan informasi mengenai hal-hal yang harus anda perhatikan saat mengemudi di daerah banjir. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

 

Yuk bagikan :)

Otosini merupakan situs yang mengulas informasi seputar otomotif terutama untuk kendaraan roda Empat. Melalui situs ini anda bisa mendapatkan informasi spesifikasi mobil, harga terbaru serta informasi informasi lainnya

Silahkan berkomentar melalui platform yang anda sukai

Loading Facebook Comments ...

Leave A Reply

error: Terima kasih telah berkunjung :)